Tugas UAS Teknik Lobi , Negosiasi,Diplomasi Dan Marketing
Dosen Pengampuh : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd
Taktik dan Strategi Negosiasi yang Tidak Etis
A.
Etika Negosiasi
Etika merupakan aturan perilaku, adat kebiasan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan
menegaskan antara yang benar dan
buruk.Etika (etik) berasal dari
kata Yunani, ethos yang berarti norma-norma,
nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia. Etika secara etimologi berasal dari
bahasa Yunani adalah ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat
kebiasaan (custom).
Dikaitkan
dengan Etika Negosiasi, Etika negosiasi
memiliki pemahaman dan kesadaran untuk mematuhi aturan-aturan atau hukum-hukum
dalam aktivitas praktis para professional termasuk negosiator. Etika negosiasi
sebagai perilaku etis yang ditampakkan sejak awal melakoni negosiasi. Dengan
kata lain, etika negosiasi terwujud dari produksi perilaku para pelaku
negosiasi yang dijalankan secara legal baik dari segi tatanan , usaha-usaha
yang dilakukan, maupun untuk jangka waktu panjang. Suatu negosiasi yang
beretika menjadi sukses apabila hasilnya dapat menyenangkan kedua belah pihak.“PATRICE
LUMBUMBA (2003).
B.
Kriteria Senilai sebuah Negosiasi Apakah Etis
Ada 4
kriteria negosiasi yang etis, yaitu:
1.
GOLDEN RULE
Merupakan
kriteria etika yang menekankan dengan kalimat, “Perlakukanlah orang lain
seperti kamu ingin diperlakukan orang lain”
2.
UNIVERSALISM
“Kita
jangan memperlakukan orang lain sebagai sasaran untuk mencapai tujuan”
3.
UTILITARIASNISM
Menekankan
pada statemen bahwa benar atau salah sebuah tindakan atau keputusan yang
diambil akan menimbulkan konsekuensi. Pada prinsipnya, kita harus mengutamakan
kepentingan bersama
4.
DISTRIBUTIVE JUSTICE
Menekankan
bahwa setiap orang atau pihak yang terlibat dalam negosiasi harus merasa
melakukan tindakan dan keputusan yang lebih baik dalam bernegosiasi
C. Taktik dan Strategi Negosiasi
Perbedaan taktik dan strategi yaitu:
Taktik
- Merupakan yang Menyertai didalam keseluruhan
tuntunan yang mengindikasikan arah untuk
mencapai tujuan dalam strategi
-
Merujuk pada pemikiran
Strategi
-
Merupakan keseluruhan tuntunan yang mengindikasikan
arah untuk mencapai tujuan
-
Formulasi atau merumuskan
D. Strategi dan Taktik Negosiasi Terbagi
dua
J. Lewicki, Saounders, dan Minton daam bukunya Essentials
of Negotiation (dalam Patrice Lumumba, 2013) membagi Srategi dan taktik
negosiasi menjadi dua, yaitu:
1.
Pola Distribution Bargaining
Merupakan
persaingan untuk mendapatkan hasil dari sebagian besar sumber daya yang
dinegoisasikan. Ehingga distribution bargaining disebut juga bersifat
kompetitif, yaitu menang kalah
2. Pola integrative Bargaining
Tujuan
dari masing-msing pihak bukan merupakan suatu yang ekslusif.jika satu pihak
mengejar tujuannya, hal ini bukan merupakan penghalang bagi pihak lain untuk
mencapai tujuannya pula. Dengan kata lain keuntungan salah satu pihak tidak
menjadi suatu kerugian pihak lainnya.
E. Memainkan Permainan Power Negotiating.
Diartikan
sebagai kemampuan untuk bernegosiasi. Power negotiating merupakan taktik yang
digunakan untuk memenangkan sebuah negosiasi yang memerlukan kecerdasan dan
kecermatan kita dalam melakukan negosiasi. Kemampuan bernegosiasi yang baik
ialah kemampuan dalam bernegosiasi tanpa ada pihak yang merasa kalah.
Mintalah
Lebih dari Apa yang Kita Harapkan
Mengapa
“meminta lebih dari yang kita harapkan” penting untuk dilakukan???
- Kita mungkin akan mendapatkan harga yang pantas
- Memberikan ruang gerak untuk bernegosiasi
- Meningkatkan nilai kesadaran atas apa yang kita
tawarkan
- Mencegah negosiasi deadlock
- Menciptakan suatu iklim yang membuat pihak
lawan merasa menang
Hindari Negosiasi yang Konfrontatif
Apa yang
kita utarakan pada menit-menit awal negosiasi seringkali menciptakan iklim
negosiasi itu sendiri. Pihak lawan dengan cepat akan mengetahui apakah kita
seorang negosiator yang berusaha mencapai solusi menang-menang atau kita
merupakan negosiator yang alot yang berusaha mendapatkan apa saja yang bisa kita
dapatkan.
Jadi hati-hatilah dengan apa yang
kita katakan pada tahap awal.
Takik dan Akal-akalan yang Umum
Taktik dan
akal-akalan dapat dibagi menjadi tiga kategori :
- Kecurangan
yang Disengaja yaitu seperti fakta-fakta palsu, otoritas yang
mendua, kurang terbuka dalam pengungkapan
- Taktik-taktik Tekanan Posisional
Jenis taktik tawar-menawar ini dirancang
untuk memberikan struktur pada situasi sehingga hanya satu pihak yang secara
efektif dapat membuat konsesi. Beberapa taktik yang digunakan dalam tekanan
posisional, yaitu:
Ø penolakan untuk berunding
Ø Tuntutan-tuntutan yang ekstrem
Ø Menaikkan Tuntutan
Ø Mengunci ddiri dalam taktik
Ø Partner yang keras hati
Ø Penundaan yang sudah diperhitungkan
Ø Ambil atau tinggalkan
3.
Jenis
taktik tawar-menawar ini dirancang untuk memberikan struktur pada situasi
sehingga hanya satu pihak yang secara efektif dapat membuat konsesi. Beberapa
taktik yang digunakan dalam tekanan posisional, yaitu:
1.
penolakan
untuk berunding
2.
Tuntutan-tuntutan
yang ekstrem
3.
Menaikkan
Tuntutan
4.
Mengunci
ddiri dalam taktik
5.
Partner
yang keras hati
6.
Penundaan
yang sudah diperhitungkan
7.
Ambil
atau tinggalkan
F. Taktik Tidak Etis
Banyak Negosiator yang tidak mengindahkan etika
dalam bernegosiasi karena individu tersebut tidak memiliki prinsip dan hanya
dalam segala taktik untuk memperoleh apa yang diinginkan.
Patrice Lumumba (2003) membagi dalam 3 komponen
tentang perilaku negosiator yang tidak etiS, yaitu:
v Motivasi yang tidak etis
v Mencari profit
v persaingan
v Mengabaikan Keadilan
DAFTAR PUSTAKA
Penulis :
Asti Musman
Judul Buku :
Sukses Negosiasi, Dengan siapa saja, Kapan Saja dan Dimana Saja
Penerbit :
Psikologi Corner, Perum Tegalasari Blog 2 Yogyakarta
Tahun Terbit :
2016
Halaman :
35-60
A.
Etika Negosiasi
Etika merupakan aturan perilaku, adat kebiasan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan
menegaskan antara yang benar dan
buruk.Etika (etik) berasal dari
kata Yunani, ethos yang berarti norma-norma,
nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia. Etika secara etimologi berasal dari
bahasa Yunani adalah ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat
kebiasaan (custom).
Dikaitkan
dengan Etika Negosiasi, Etika negosiasi
memiliki pemahaman dan kesadaran untuk mematuhi aturan-aturan atau hukum-hukum
dalam aktivitas praktis para professional termasuk negosiator. Etika negosiasi
sebagai perilaku etis yang ditampakkan sejak awal melakoni negosiasi. Dengan
kata lain, etika negosiasi terwujud dari produksi perilaku para pelaku
negosiasi yang dijalankan secara legal baik dari segi tatanan , usaha-usaha
yang dilakukan, maupun untuk jangka waktu panjang. Suatu negosiasi yang
beretika menjadi sukses apabila hasilnya dapat menyenangkan kedua belah pihak.“PATRICE
LUMBUMBA (2003).
B.
Kriteria Senilai sebuah Negosiasi Apakah Etis
Ada 4
kriteria negosiasi yang etis, yaitu:
1.
GOLDEN RULE
Merupakan
kriteria etika yang menekankan dengan kalimat, “Perlakukanlah orang lain
seperti kamu ingin diperlakukan orang lain”
2.
UNIVERSALISM
“Kita
jangan memperlakukan orang lain sebagai sasaran untuk mencapai tujuan”
3.
UTILITARIASNISM
Menekankan
pada statemen bahwa benar atau salah sebuah tindakan atau keputusan yang
diambil akan menimbulkan konsekuensi. Pada prinsipnya, kita harus mengutamakan
kepentingan bersama
4.
DISTRIBUTIVE JUSTICE
Menekankan
bahwa setiap orang atau pihak yang terlibat dalam negosiasi harus merasa
melakukan tindakan dan keputusan yang lebih baik dalam bernegosiasi
C. Taktik dan Strategi Negosiasi
Perbedaan taktik dan strategi yaitu:
Taktik
- Merupakan yang Menyertai didalam keseluruhan
tuntunan yang mengindikasikan arah untuk
mencapai tujuan dalam strategi
-
Merujuk pada pemikiran
Strategi
-
Merupakan keseluruhan tuntunan yang mengindikasikan
arah untuk mencapai tujuan
-
Formulasi atau merumuskan
D. Strategi dan Taktik Negosiasi Terbagi
dua
J. Lewicki, Saounders, dan Minton daam bukunya Essentials
of Negotiation (dalam Patrice Lumumba, 2013) membagi Srategi dan taktik
negosiasi menjadi dua, yaitu:
1.
Pola Distribution Bargaining
Merupakan
persaingan untuk mendapatkan hasil dari sebagian besar sumber daya yang
dinegoisasikan. Ehingga distribution bargaining disebut juga bersifat
kompetitif, yaitu menang kalah
2. Pola integrative Bargaining
Tujuan
dari masing-msing pihak bukan merupakan suatu yang ekslusif.jika satu pihak
mengejar tujuannya, hal ini bukan merupakan penghalang bagi pihak lain untuk
mencapai tujuannya pula. Dengan kata lain keuntungan salah satu pihak tidak
menjadi suatu kerugian pihak lainnya.
E. Memainkan Permainan Power Negotiating.
Diartikan
sebagai kemampuan untuk bernegosiasi. Power negotiating merupakan taktik yang
digunakan untuk memenangkan sebuah negosiasi yang memerlukan kecerdasan dan
kecermatan kita dalam melakukan negosiasi. Kemampuan bernegosiasi yang baik
ialah kemampuan dalam bernegosiasi tanpa ada pihak yang merasa kalah.
Mintalah
Lebih dari Apa yang Kita Harapkan
Mengapa
“meminta lebih dari yang kita harapkan” penting untuk dilakukan???
- Kita mungkin akan mendapatkan harga yang pantas
- Memberikan ruang gerak untuk bernegosiasi
- Meningkatkan nilai kesadaran atas apa yang kita
tawarkan
- Mencegah negosiasi deadlock
- Menciptakan suatu iklim yang membuat pihak
lawan merasa menang
Hindari Negosiasi yang Konfrontatif
Apa yang
kita utarakan pada menit-menit awal negosiasi seringkali menciptakan iklim
negosiasi itu sendiri. Pihak lawan dengan cepat akan mengetahui apakah kita
seorang negosiator yang berusaha mencapai solusi menang-menang atau kita
merupakan negosiator yang alot yang berusaha mendapatkan apa saja yang bisa kita
dapatkan.
Jadi hati-hatilah dengan apa yang
kita katakan pada tahap awal.
Takik dan Akal-akalan yang Umum
Taktik dan
akal-akalan dapat dibagi menjadi tiga kategori :
- Kecurangan
yang Disengaja yaitu seperti fakta-fakta palsu, otoritas yang
mendua, kurang terbuka dalam pengungkapan
- Taktik-taktik Tekanan Posisional
Jenis taktik tawar-menawar ini dirancang
untuk memberikan struktur pada situasi sehingga hanya satu pihak yang secara
efektif dapat membuat konsesi. Beberapa taktik yang digunakan dalam tekanan
posisional, yaitu:
Ø penolakan untuk berunding
Ø Tuntutan-tuntutan yang ekstrem
Ø Menaikkan Tuntutan
Ø Mengunci ddiri dalam taktik
Ø Partner yang keras hati
Ø Penundaan yang sudah diperhitungkan
Ø Ambil atau tinggalkan
3.
Jenis
taktik tawar-menawar ini dirancang untuk memberikan struktur pada situasi
sehingga hanya satu pihak yang secara efektif dapat membuat konsesi. Beberapa
taktik yang digunakan dalam tekanan posisional, yaitu:
1.
penolakan
untuk berunding
2.
Tuntutan-tuntutan
yang ekstrem
3.
Menaikkan
Tuntutan
4.
Mengunci
ddiri dalam taktik
5.
Partner
yang keras hati
6.
Penundaan
yang sudah diperhitungkan
7.
Ambil
atau tinggalkan
F. Taktik Tidak Etis
Banyak Negosiator yang tidak mengindahkan etika
dalam bernegosiasi karena individu tersebut tidak memiliki prinsip dan hanya
dalam segala taktik untuk memperoleh apa yang diinginkan.
Patrice Lumumba (2003) membagi dalam 3 komponen
tentang perilaku negosiator yang tidak etiS, yaitu:
v Motivasi yang tidak etis
v Mencari profit
v persaingan
v Mengabaikan Keadilan
DAFTAR PUSTAKA
Penulis :
Asti Musman
Judul Buku :
Sukses Negosiasi, Dengan siapa saja, Kapan Saja dan Dimana Saja
Penerbit :
Psikologi Corner, Perum Tegalasari Blog 2 Yogyakarta
Tahun Terbit :
2016
Halaman :
35-60

Tidak ada komentar:
Posting Komentar